Liputan Fakta News
NEWS TICKER

Warga yang Didiagnosa PDP Bukan Warga Humbahas, Berikut Penjelasan Bupati Humbang Hasundutan

Sunday, 5 April 2020 | 15:08 WIB
Reporter: Lamhot Lumban Gaol
Posted by: Liputan Fakta News
Dibaca: 944

Humbahas, liputanfaktanews.com-Warga yang didiagnosa Pasien Dalam Pengawasan (PDP) oleh Rumah Sakit Umum Dolok Sanggul, Sabtu, 4/4/2020 tidak benar warga Humbahas, melainkan warga pendatang yang sedang berkunjung ke keluarganya di Desa Sosor Gonting Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Demikian disampaikan Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor saat dikonfirmasi media ini melalui pesan WhatsApp, Minggu, 5/4/2020.

Bupati menjelaskan kronologis warga pendatang tersebut menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bahwa pada Sabtu,  18 Maret 2020, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bersama dengan anaknya berkunjung ke rumah adiknya EP di Desa Sosor Gonting Kecamatan Doloksanggul. Pada hari Minggu, 19 s/d 20 Maret 2020 FP mengalami gejala flu, nyeri sendi dan nyeri tulang.

Pada hari Selasa, 21 Maret 2020 FP berobat ke RSUD Doloksanggul melalui UGD dengan keluhan batuk, sakit tenggorokan, sesak. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter jaga UGD didapati adanya Tonsil Hiperemis. Didiagnosa  (ISPA) +  ODP, akhirnya Dokter UGD memberikan terapi.  Setelah berkosultasi dengan dokter Spesialis Paru, selanjutnya diedukasi untuk dilakukan isolasi mandiri di rumah dari tanggal 21 s/d 3 April 2020.

Tim Rapid Test Kabupaten Humbang Hasundutan melakukan Rapid Test Covid-19 kepada yang bersangkutan (FP) dengan hasil positif, Sabtu, 4/4/2020. Mengetahui hasil tersebut, selanjutnya tim medis melakukan pemeriksaan photo thorax dan darah rutin sebagai syarat pendukung untuk melakukan rujukan ke Rumah Sakit Rujukan Covid-19.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, maka dokter Spesialis Paru RSUD menegakkan Diagnose pasien menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Sesuai dengan gejala dan hasil foto toraks dan didukung dengan pemeriksaan Rapid Test positif, maka si pasien ditegakkan diagnosa PDP.

Selanjutnya pasien dirujuk ke RS rujukan Covid-19 untuk dilakukan pemeriksaan PCR utk memastikan pasien confirm Covid-19 atau tidak. Ini penting dilakukan sesuai dengan protokol penanganan covid.

“Jadi Rapid Test itu hanya screning awal, belum bisa memastikan si pasien itu sudah positif Covid-19  atau tidak,” jelas Bupati dalam pesan WhatsAppnya kepada media ini.

Sementara, ditanya perihal nama lengkap pasien, Bupati menyebut bahwa sesuai dengan kode etik medis tidak diperkenankan menyebutkan nama untuk menjaga kerahasiaan pasien dan kita harus menghormati itu, ujarnya.

Terakhir di informasikan, pasien sudah dirujuk ke Rumah Sakit GL Tobing (Rumah Sakit Rujukan Covid-19) di Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang pada hari Sabtu, tanggal 4 April 2020 sekira pukul 18.30 Wib.

Usai FP Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dirujuk, Pemerintah Kabupaten Humbahas langsung melakukan tindakan pencegahan kepada keluarga FP Pasien Dalam Pengawasan (PDP) diantaranya dengan melakukan penyemprotan Disinfektan di rumah keluarga FP dan lingkungan sekitarnya, Sabtu, tanggal 4 April 2020, sekira pukul 21.00 WIB, melakukan penyemprotan ulang Disinfektan, Minggu, 05 April 2020, sekira pukul 10.00 Wib, melakukan edukasi tentang pengertian ravid test dan bagaimana Pencegahan, penyebaran Virus Corona Disease (COVID-19) terhadap tetangga disekitar rumah dari FP Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Terhadap orang yang kontak dengan FP Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dinyatakan sebagai Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan diwajibkan untuk isolasi mandiri selama 14 hari, terhitung dari tanggal 5 April 2020, sesuai dengan Protokol penanganan PDP, diberikan Vitamin C untuk meningkatkan ketahanan tubuh ODP (FP).

“Puskemas Matiti Humbahas akan melakukan monitoring kepada anggota keluarga dengan status ODP selama 14 hari, sementara Dinas Kesehatan Humbahas akan melakukan rapid test yang ke 2 (dua) kepada Keluarga FP yang berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) pada hari ke 10 (sepuluh) masa isolasi mandiri,” urai Bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor juga mengajak masyarakat Humbahas “untuk tidak panik dan bergerak bersama mengajak para keluarga dan sahabat untuk mengikuti himbauan pemerintah dalam memutus mata rantai COVID 19. Sebelum terlambat,  lebih baik kita mencegah daripada mengobati,” tutupnya.

 

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

liputanfaktanews.com Copyright 2019 ©. All Rights Reserved.
%d bloggers like this: