Liputan Fakta News
NEWS TICKER

Tak Kunjung Sembuh, Pasutri Tak Mampu Di Tubaba Butuh Uluran Tangan Pemerintah

Sunday, 9 February 2020 | 13:48 WIB
Reporter: Yunastanto
Posted by: Liputan Fakta News
Dibaca: 45

Pasutri Gunawi (55) dan Widiati (37), Warga Tiyuh Sumber Rejo Kecamatan Lambu Kibang, Tubaba harapkan uluran tangan Pemkap setempat, Minggu, 9/2/2020.

Tulang Bawang Barat, liputanfaktanews.com-Sungguh malang, sepasang suami istri, Gunawi (55) dan Widiati (37), Warga Tiyuh Sumber Rejo Kecamatan Lambu Kibang, puluhan tahun menderita sakit dan hingga kini tak kunjung sembuh. Berbagai upaya pengobatan sudah mereka lakukan, namun penyakit masih terus menggerogoti pasutri ini.

“Saya menderita penyakit ini sudah tiga tahun lebih, dan kata dokter saya terkena alergi, makan pun saya dianjurkan tidak sembarangan, harus teratur dan menu makanan harus dijaga. Sedangkan istri saya diperkirakan hampir kurang lebih 10 tahun mengidap penyakit diabetes dan kadar gulanya tinggi, diserta darah tinggi, sehingga mengakibatkan rambutnya rontok hampir tidak tersisa,” ungkap Gunawi di kediamannya, Minggu, 09/02/2020.

Lebih dalam Gunawi menjelaskan, jika penyakit aneh yang dideritanya tersebut bereaksi, akan terasa panas sehingga harus melepas baju dan tidur diatas daun pisang.

“Penyakit yang saya derita bila kumatnya malam hari, saya tidak bisa memakai baju dan tidur pun harus menggunakan alas daun pisang, karna kalau di kasur bisa melekat. Sedangkan bila siang hari rasanya seperti di gigit semut,” kata dia.

Pria paruh baya ini juga mengatakan berbagai upaya pengobatan sudah mereka lakukan, bahkan hingga ke luar kota namun, tak juga ada perubahan.

“Saya bekerja deres di kebun karet milik orang mas, untuk pengobatan dulu saya sudah sampe metro dan kota gajah,” ungkapnya lagi.

Terkait BPJS Gunawi mengatakan, bila mereka sudah terdaftar, itupun berkat bantuan masyarakat desa yang sudi menggalang dana untuk membuat kartu BPJS kelas tiga non subsidi pemerintah.

“Sekarang kami sudah tidak sanggup lagi membayar angsuran BPJS mas, karna untuk makan saja kami susah,” kata dia.

Gunawi beserta istrinya berharap, pemerintah daerah maupun para dermawan dapat membantu pengobatan kepada mereka hingga bisa sembuh sedia kala, sehingga dapat beraktivitas seperti biasa.

“Saya berharap uluran tangan pemerintah, agar kiranya dapat membantu saya dan istri, dalam hal pengobatan sehingga kami berdua dapat beraktivitas sebagaimana biasa, tanpa adanya gangguan penyakit yang kami derita seperti ini,” harapnya.

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

liputanfaktanews.com Copyright 2019 ©. All Rights Reserved.