Liputan Fakta News
NEWS TICKER

Proyek Mangrove Senilai 1.2 M Tidak Terealisasi Sesuai Harapan, Ketua LSM Panjiku: Kejaksaan Segera Panggil Semua yang Bersangkutan

Thursday, 9 July 2020 | 21:31 WIB
Reporter: Oktafianus
Posted by: Liputan Fakta News
Dibaca: 29

Nunukan, liputanfaktanews.com-Proyek Penanaman Mangrove di Desa Sebatik Timur Kabupaten Nunukan yang dikerjakan pada bulan Oktober 2019 lalu oleh rekanan CV Tengkawang Sari senilai Rp. 1.2 Miliar dari anggaran APBD 2019 Provinsi Kalimantan Utara tidak membuahkan hasil yang diharapkan.

Lahan seluas 35 Hektar yang ditanami bibit mangrove jenis api-api tersebut mengalami gagal tumbuh (mati).

Hal itu menuai pertanyaan dari LSM Pancasila Jiwaku (Panjiku), Ketua LSM Panjiku, Mansyur Rincing mengatakan, ini perlu penjelasan, apakah Pihak yang mengerjakan proyek itu sudah melakukan pertemuan dengan masyarakat yang ada di Sebatik untuk mensosialisasikan penempatan penanaman Mangrove.

Kemudian, Proyek ini apakah masuk dalam Musrenbang provinsi dan melibatkan BMKG untuk mengukur kondisi cuaca serta apakah layak tanam di Pantai itu.

“Dugaan kami jumlah pohon yang ditanam itu sekitar 120.000 merupakan jenis api-api dan luas lahannya seluas 35 Hektar,” ujar Mansyur.

Mansyur juga mempertanyakan pihak yang mengadakan bibit tersebut apakah memiliki sertifikat atau hanya mengadakan bahan tanpa sertifikat atau dokumen pendukung.

Kita juga perlu mengetahui bagi pihak yang mengadakan bibit itu apakah sudah bersertifikasi dan pihak yang mendapatkan proyek ini tahu yang ditanam itu mangrove tesebut jenis api-api. Dan kami menduga bisa saja bibit itu dicampur dengan bibit mangrove jenis lain.

“Oleh itu kami juga pertanyakan kasus ini kepada Kejaksaan sudah sejauh mana kasus ini, apakah sudah tahap penyelidikan atau tahap penyidikan. Kalau kasus ini dibiarkan maka Kejaksaan diduga ada pembiaran hukum karena kasus ini menyangkut uang negara,” tegas Mansyur.

Lanjut dia, oleh itu, segera panggil semua yang bersangkutan karena uang sebesar 1.2 Miliar itu terdepan hanyut terbawa arus dan semua bibit mangrove itu kami pastikan tidak ada hidup.

” Hasil Investigasi kami di RT 08 dan RT 18 saat ke lapangan mengecek hanya bisa dihitung jari yang terlihat tumbuh yang lainnya hanya ajir-ajir saja. Oleh karena itu PPTK, Konsultan dan penerima Proyek harus dipanggil untuk bertanggung jawab atas proyek tersebut dan jika ada indikasi proyek tersebut bermasalah maka segera pintu masuk buat penegak hukum khususnya Kejaksaan,” tegasnya.

“Kalau memang tidak ada tindakan dari Kejaksaan, LSM Panjiku akan melakukan aksi demo di Kejaksaan,” pungkasnya.

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

liputanfaktanews.com Copyright 2019 ©. All Rights Reserved.
error: Content is protected !!
%d bloggers like this: