Liputan Fakta News
NEWS TICKER

Momen Kemerdekaan, Perawat Honorer Ini Merdekakan Penderita ODGJ Terpasung di Garoga

Saturday, 17 August 2019 | 20:08 WIB
Reporter: M. Simanungkalit
Posted by: Liputan Fakta News
Dibaca: 1498

Taput, liputanfaktanews.com—“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa…”, merupakan petikan Pembukaan UUD 1945, yang ditujukan bukan hanya pada kelompok namun juga untuk pribadi lepas pribadi.

Terangkum dan teramati satu sosok yang berusaha memberi rasa keyakinan dan kebebasan bagi penderita Orang Dengan Gangguan Jiwa(ODGJ) ada di Kecamatan Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumut.

Asirotua Pasaribu, Amk, pegawai honorer Puskesmas Garoga ini telah melakukan pendampingan bagi 13 pengidap ODGJ yang sebelumnya sebagian  terpasung.

Namun berkat kegigihan dan keyakinan yang diberi , keluarga penderita ODGJ memberi keleluasaan Asirotua Pasaribu merawat mereka.

Diceritakan jumat 16/8/2019), dari 13 penderita ODGJ yang tersebar diberbagai sudut Kecamatan Garoga ada sekitar 5 orang yang sebelumnya dipasung yang bahkan bertahun tahun.

“Mereka sebelumnya  memang ada yang dipasung karena sering mengganggu warga, bahkan melukai” sebut Asirotua 

Walau tidak bisa disebut sembuh total lanjutnya, akan tetapi kini  mereka sudah bisa mengerjakan pekerjaan sehari hari seperti bertani,membersihkan rumah dan berinteraksi dengan lingkungan.

Disebutkan juga bagaimana kendala, hambatan atau tantangan yang diterima baik dari keluarga penderita ODGJ maupun yang mengidap ODGJ.

Bagaimana tamatan akper ini pernah dijambak, dilempar batu, diludahi, dimaki maki bahkan pernah dilukai dengan cakaran oleh penderita ODGJ.

Pelan tapi pasti sambung Asirotua, dengan perawatan dan pendekatan yang intensif  penderita ODGJ berangsur angsur pulih.

Dan setiap harinya harus dikunjungi , diberi obat dan setiap minggu harus dibawa ke Kecamatan Pangaribuan. satu satunya Puskesmas “Rumah singgah sehat jiwa” yang ada di Kabupaten Tapanuli Utara.

Ditambahkan ibu lima anak ini, bahwa penderita ODGJ bisa disebabkan berbagai hal. Ada karena beban hidup, karena putus cinta juga karena cita cita yang tidak bisa tercapai dan lain sebagainya.

Diakui Tenaga kesehatan Sukarela (TKS)  Puskesmas Garoga ini, bahwa dalam melakukan pendampingan pada ODGJ dia juga didampingi dokter. Namun keseringannya dia sendiri harus mengunjungi setiap pasien kerumah masing masing.

Juga bagaimana ketika keluarga penderita ODGJ meminta bantuan pada saat malam ketika penderita berulah, maka Asirotua harus datang menenangkan penderita ODGJ tersebut. 

Namun semuanya itu terbayarkan ketika penderita ODGJ bisa berangsung angsur pulih dan kembali diterima warga sekitar lanjut Asirotua.

“Kita ada kepuasan, saat melihat penderita ODGJ berangsur angsur pulih dan diterima kembali oleh warga, walau sebelumya mereka menakutkan” ujar Asirotua Pasaribu.

Salah seorang keluarga dari penderita ODGJ bermarga Pakpahan sangat menghargai kepedulian dari Asirotua yang merawat anaknya. 

Bagamana perawat ini sering datang hanya untuk menengok memberi obat pada anaknya, sekarang sudah sembuh.

“Betul ibu itu sering tengok anak saya, beri obat bahkan temani ngomong ngomong” ujar Pakpahan.

Sementara, Kepala Puskesmas (Kapus) Kecamatan Garoga Fatimah Simatupang SKM, MM apresiasi kinerja dari Asirotua Pasaribu dalam menangani penderita ODGJ.

Disebutkan untuk penanganan ODGJ semuanya diserahkan pada Asirotua yang memang juga didampingi oleh seorang dokter.

Diakui Kapus ini, kepercayaannya kepada Asirotua timbul  melihat penanganan perkembangan kejiwaan dari penderita yang mengarah pada kesembuhan.

Juga memperhatikan kepedulian akan tugas merawat para penderita ODGJ yang sebagian ada terpasung dan ada yang berkeliaran

“Pokoknya the best lah kalau Asirotua kalau menangani penderita ODGJ” sebut Fatimah.

Disebutkan juga kalau untuk kecamatan Garoga sudah tidak ada lagi yang namanya penderita ODGJ yang terpasung dan yang berkeliaran.

Semua penderita ODGJ di kecamatan Garoga terpantau dalam perawatan dan pendampingan baik dari dokter maupun Tenaga kesehatan Puskesmas. 

Terpisah, sebelumya Kadis Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara Alexander Gultom menyebutkan ada sekitar 400 orang  penyebaran ODGJ di Kabupaten Tapanuli Utara.

Yang semuanya terpantau dalam perawatan oleh tenaga medis kesehatan, baik dokter, bidan maupun  TKS.

Dan sesuai dengan program pemerintah tahun 2017 “Bebas Pasung” seluruh indonesia tidak boleh ada pasung  jadi setiap desa yang ada di Kabupaten Tapanuli Utara disisir.

Ada keluarga yang mau melepas pasung, namun ada juga yang tidak mau.akan tetapi lebih banyak yang mau lanjut kadis

Disebutkan bahwa untuk penderita ODGJ tidak seluruhnya harus dirawat inap,ada yang cukup dengan kunjungan Home Visit oleh petugas Kesehatan jiwa (Keswa)

Dan untuk itulah Kabupaten Tapanuli Utara membangun Rumah singgah sehat jiwa di Kecamatan Pangaribuan untuk mengakomodir penderita ODGJ kalau butuh perawatan.

Dilanjutkan, bahwa sudah banyak penderita ODGJ  yang sudah kembali beraktifitas dilingkungan masyarakat.

Dan saat ini dinas kesehatan sambung kadis  sudah membuat program “Poly konsultasi Kejiwaan” di empat wilayah Kabupaten Tapanuli Utara.

Alexander juga menyebutkan  program ini sudah menjadikan Bupati  Kabupaten Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan  mendapat prestasi sebagai Bupati Inovatif tahun 2018 dari Provinsi Sumut.

Dan untuk tahun 2019 ini program tersebut masih  diusulkan sebagai program inovasi tingkat nasional.

Diakui kadis, memang untuk Tenaga Kesehatan Sukarela honorer    Pemkab sebatas memberi jasa pelayanan yang belum memadai.

” Saat ini untuk TKS honorer kita beri jasa, memang tidak cukup memadai” ujar Alexander

Kendati demikian menurut kadis dinas Kesehatan selalu mengajukan penambahan penghasilan bagi TKS honorer, namun karena keterbatasan dana hal tersebut masih dalam pembahasan.

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

liputanfaktanews.com Copyright 2019 ©. All Rights Reserved.
error: Content is protected !!
%d bloggers like this: