Liputan Fakta News
NEWS TICKER

Ketua Lembaga K.P.K Kota Depok Minta Data Siswa Baru Yang Diterima Ditingkat SMA Negeri Diumumkan Transparan

Monday, 10 August 2020 | 12:48 WIB
Reporter: Kerisman Waruwu
Posted by: Liputan Fakta News
Dibaca: 116

Kota Depok, liputanfaktanews.com-Warga kota Depok menilai Penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang di laksanakan tahun ini banyak kecurangan, Pendaftaran dibuka jalur, yakni Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM), Zonansi dan jalur Prestasi.

Terkait hal ini, Dinas Pendidikan Jawa Barat mengingatkan masyarakat terhadap sejumlah potensi kecurangan yang kerap muncul selama proses PPDB.

“Kami ingin melibatkan masyarakat untuk berperan aktif menciptakan jalannya PPDB yang kondusif dan adil,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Barat Wilayah II Aang Karyana Juli lalu.

Melalui bantuan pengawasan masyarakat, akan sangat membantu pihaknya dalam mendeteksi potensi kecurangan yang bisa merugikan peserta didik, karena keterbatasan kemampuan pemerintah. Pengawasan yang dapat dilakukan masyarakat ialah dengan melaporkan kepada Kantor Cabang Disdik Jabar atau sekolah setempat jika menemukan tindak dugaan kecurangan.

Hal ini di perkuat oleh Ketua Lembaga Komando Pemberantasan Korupsi (L.K.P.K) Kota Depok, Ronando Siallagan bahwa dimana penerimaan siswa baru tidak adil dan curang ketika Ronando meminta data data siswa yang resmi diterima melalui online dari kepala sekolah SMAN 1,SMAN 2 SMAN 3 tidak bersedia memberikan,ketika di konfirmasi ke kepala sekolah SMAN 1 melalui telepon seluler, Usep mengaku salah dan pasrah menerima sanksi atas kesalahan yang dia lakukan, namun berbeda dengan kepala sekolah SMAN 2 ketika di konfirmasi lewat telpon seluler juga tidak ada respon dan jawaban mengenai data data siswa yang diminta oleh Lembaga .K.P.K kota Depok Rahmat kepsek yang lama memilih diam tak menjawab apa apa demikian juga siti Faizah memilih diam tak menjawab telepon dari Ronando.

Bahkan hampir setiap hari Ronando mendatangi SMAN 2 Depok berharap bisa bertemu langsung dengan kepala sekolah Siti Faizah namun tidak pernah ada di tempat, menurut keterangan dari satpam dan petugas tata usaha (TU ) bahwa Faizah sedang sibuk diluar, dan tidak jauh beda dengan kepala sekolah SMAN 3 Depok Nurlely juga memilih diam seribu bahasa WhatsApp dan telepon seluler diabaikan namun ketika di konfirmasi kepada Wakil Kepala Sekolah Nurhayati juga tidak bisa memberikan data data siswa yang diterima resmi secara online.

“tetap yang punya kewenangan adalah kepala sekolah pak” ujar Nurhayati kepada Ronando.

Dengan demikian jika memang seluruh Kepala Sekolah jujur dalam pelaksanaan PPDB tahun ini, kenapa pihak sekolah tidak berani memberikan data siswa siswi yang diterima secara transparan?,” tambah Ronando

Praktek jual beli kursi kepada orang tua siswa sudah menjadi budaya dari tahun ke tahun ujar seorang warga kota Depok (BS) yang tidak mau namanya di sebutkan namun saya juga masih bingung pak, anak saya hingga sekarang blom terdaftar di sekolah manapun,sebab saya tidak punya penghasilan tetap pak untuk mendaftarkan anak saya ke sekolah swasta.

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

liputanfaktanews.com Copyright 2019 ©. All Rights Reserved.
error: Content is protected !!
%d bloggers like this: