Liputan Fakta News
NEWS TICKER

Keputusan Bupati Taput Diabaikan, HET LPG 3 KG Tembus Rp.30.000/Tabung

Friday, 3 April 2020 | 14:40 WIB
Reporter: M. Simanungkalit
Posted by: Liputan Fakta News
Dibaca: 137

Taput, liputanfaktanews.com-Ditengah Pandemi Covid-19 yang sudah menekan mental masyarakat ternyata harga gas LPG ukuran 3kg di Kab Tapanuli Utara (Taput) juga ikut menambah beban.

Seperti diketahui, sesuai keputusan Bupati Tahun 2015, Harga Eceran tertinggi(HET) di Kab. Tapanuli Utara adalah sebesar Rp.18.000,-

Informasi yang dihimpun, Harga Eceran Tertinggi (HET) gas LPG ukuran 3kg di Kab Taput mencapai Rp.30.000,- per tabung. Dari sebelumnya harganya Rp.28.000,-
Kenyataan itu dikatakan P. Siregar salah seorang warga Kec. Garoga, Kab. Taput, Sumut.

Dikatakan,harga LPG ukuran 3kg di Kec. Garoga dari harga Rp.25.000,- sampai Rp.30.000,-. Disebabkan LPG ukuran 3 Kg sangat langka.

“Jadi berapapun harganya kemungkinan akan dibeli warga, karena langka”, ujar P. Siregar melalui Apilkasi WA.

Sedangkan di Kecamatan yang lain termasuk ibukota Kab. Tapanuli Utara yaitu Tarutung harga LPG ukuran 3kg bervariasi dari Rp.26.000,- sampai Rp.28.000,-. Dimana harga itu jauh diatas HET sesuai keputusan Bupati Taput Drs. Nikson Nababan 2015 yaitu Rp.18.000,– per tabung.

Kabag Perekonomian Kab. Taput melalui Kasubbag Perekonomian H. Purba, jumat(3/4/2020) menyebutkan tidak mengetahui harga LPG ukuran 3 Kg mencapai Rp.28.000,-

“Yang saya tahu harganya tidak segitu, hanya sekitar 20.000 sampai 22.000 rupiah, namun begitu nanti kita akan turun monitoring”ujar H.purba

Menurutnya, Harga EceranTertinggi LPG ukuran 3kg sesuai dengan Keputusan Bupati Tapanuli Utara no 383 tahun 2015 adalah sebesar Rp.18.000,-. Dan untuk kecamatan terjauh yaitu Kec. Garoga Rp.21.000,-

Terpisah, Anas Siagian Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (PMP2T) Kab. Tapanuli Utara menegaskan siap mencabut Ijin usaha Agen dan Pangkalan penyalur LPG ukuran 3 KG ketika melanggar aturan yang berlaku.

“Kalau memang mereka tidak mau lagi sesuai dengan aturan yang berlaku, ijin nya akan ditinjau kembali, bahkan ijinnya bisa dicabut,” beber Anas.

Anas juga mengatakan, bahwa yang berwewenang untuk memonitor masalah harga eceran dari LPG 3kg adalah bagian perekonomian,sedangkan Dinas PMP2T hanya sebatas memberi Ijin usaha bagi Agen atau Pangkalan.

Menurutnya, Ijin pangkalan LPG akan dikekuarkan ketika ada rekomendasi dari agen. Dan dalam permohonan ijin tidak ada diuraikan masalah harga.

“Namun begitu nanti kita koordinasi dengan Tim untuk monitoring langsung kelapangan,” pungkas Anas.

Terpisah, Martupa Purba ketua LSM Tunggal Panaluan menyebutkan ada pembiaran dari Pemkab. Sehingga harga eceran LPG 3kg yang diperuntukkan bagi masyarakat ekonomi lemah mencapai Rp.28.000,- per tabung.

Padahal lanjutnya,sesuai dengan Keputusan Bupati Tapanuli Utara tahun 2015 HET hanya Rp.18.000.
Dan Rp.21.000,- untuk kecamatan terjauh yaitu Kec. Garoga.

“Entah siapa yang abaikan keputusan Bupati, apakah agen, pangkalan, pengecer? Atau memang ada pembiaran dari Pemkab,” urai Martupa.

Sementara saat ini sambungnya, wabah Covid-19 sudah sangat membebani mental masyarakat, dan ditambah lagi harga LPG ukuran 3 Kg mencekik.

“Yang kita takuti, mereka mereka itu(red-agen ,pangkalan, pengecer) menggunakan kesempatan di masa Pandemi Covid-19 ini mencari keuntungan besar. Istilahnya memancing di air keruh” ujarnya.

Untuk itu Martupa dari LSM Tunggal Panaluan berharap agar Pemkab Tapanuli Utara segera turun untuk memastikan HET LPG 3 Kg sesuai dengan keputusan Bupati. 

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

liputanfaktanews.com Copyright 2019 ©. All Rights Reserved.
%d bloggers like this: