Liputan Fakta News
NEWS TICKER

Keberagaman Berbaur di Bulbul, Haram Menjadi Nol

Wednesday, 1 January 2020 | 19:31 WIB
Reporter: M. Simanungkalit
Posted by: Liputan Fakta News
Dibaca: 821

Tobasa, liputanfaktanews.com-Pantai Lumban Bulbul adalah tepian Danau Toba yang ditata sedemikian rupa menjadi sebuah objek wisata dan sudah menjadi destinasi wisatawan.

Wilayah pantai yang berada di Kec.Balige,Kab.Toba Samosir (Tobasa), Sumut ini akan dihinggapi ribuan wisatawan setiap hari libur.

Hari ini Rabu, 1/1/2020 pemandangan dengan ribuan pengunjung memadati pesisir pantai dari danau hasil letusan gunung Toba tersebut.

Amatan dilokasi pantai Lumban Bulbul kerumunan pengunjung walau mungkin didominasi oleh warga lokal namun wisatawan dari luar Kab.Tobasa juga berseliweran, mungkin adalah perantau yang sedang mudik.

Akan tetapi sesuatu yang kontras adalah wanita wanita yang bejilbab juga ikut berbaur ditengah keramaian pengunjung dipantai vulcano itu.

Mereka ada yang sendiri, ada bersama teman, dengan keluarga namun banyak juga yang datang dengan pasangannya. Disetiap sudut pantai mereka ada

Seakan simbol keagamaan yang mereka pakai tidak menjadi penghalang menikmati suguhan wisata alam air Pantai Bulbul.

Berswafoto,berenang,menyisir pantai juga aneka permainan dan kuliner yang tersuguh mereka nikmati tanpa beban halal dan haram.

Tergambarkan diwajah mereka, pantai Lumban Bulbul menyajikan sesuatu yang tidak dibatasi oleh norma norma keagamaan.

Terlihat juga tidak ada beban dalam langkah wanita wanita berjilbab yang sendiri yang dengan keluarga atau yang dengan pasangannya ditanah yang mayoritas Nasrani.

Yeni dan beberapa temannya acapkali berkunjung ke pantai Lumban Bulbul ketika liburan.

Wanita berjilbab warga Pematang siantar ini menyebutkan, Pantai Lumban Bulbul sepertinya punya daya tarik tersendiri

Dikatakan Yeni walau sudah berulangkali mengunjungi objek wisata tersebut, namun dia tidak pernah bosan untuk kembali berkunjung.

“Seingat saya sudah limakali saya sama teman teman mengunjungi pantai ini,dan saya tidak pernah merasa bosan,”ungkap Yeni.

Dituturkan juga, dia tidak pernah canggung di pantai Lumban Bulbul. Walaupun didominasi oleh warga beragama Nasrani, Yeni yakin pengelola tempat wisata pasti akan menjaga hal hal yang dilarang. Baik itu yang dilarang hukum maupun agama.

Karena itulah dia merasa nyaman untuk kembali berkunjung,

Senada dengan Yeni, Zulfikar warga Kodya Sibolga ini pun merasa tidak ada sesuatu yang dipantang pantangkan di objek wisata danau itu.

Zulfikar ditemani pasangan berjibabnya menganggap dalam menikmati keindahan alam bukanlah dipandang dari sisi lokasi dimana berada.

Menurutnya satu lokasi Wisata yang mendapat sentuhan atau perhatian dari pemkab pastinya diusahakan untuk mencipta segala sesuatu agar menjadi daya tarik.

Dalam pendapatnya, norma agama adalah sesuatu yang personal atau pribadi. Sedangkan menikmati objek wisata, kepercayaan atau keyakinan bukanlah pembatas. Dan faktanya di Pantai Lumban Bulbul semuanya berbaur

“Menurut saya, objek wisata yang mendapat perhatian dari pemerintah. Akan diusahakan agar segala sesuatunya menjadi daya tarik. Sedangkan norma agama tidak membatasi saya menikmati objek wisata dan faktanya di sini semuanya berbaur,” ujar Zulfikar.

Menilik pengakuan dari Yeni dan Zulfikar dan fakta dilokasi objek wisata Pantai Lumban Bulbul banyaknya wanita wanita berjilbab menjadi pengunjung.

Hal tersebut melukiskan norma agama sudah seharusnya merupakan faktor utama pembangkit roda kehidupan

Dan Sepertinya pantai Lumban Bulbul me-nol-kan aroma “haram”. Yang ada keberagaman adalah pemicu kebersamaan dalam membangun.

Diketahui juga Objek wisata pantai di Kab.Tobasa bukan hanya di Lumban Bulbul. Namun ada juga Pantai Lumban silintong, akan selalu dipadati pengunjung ketika hari libur.

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

liputanfaktanews.com Copyright 2019 ©. All Rights Reserved.
%d bloggers like this: