Liputan Fakta News
NEWS TICKER

Inspektur Tidak Mampu Menerangkan Tupoksi Inspektorat

Thursday, 6 February 2020 | 19:13 WIB
Reporter: M. Simanungkalit
Posted by: Liputan Fakta News
Dibaca: 207

Taput, liputanfaktanews.com-Manoras Taraja S.H Inspektur (Kepala Inspektorat) Kab.Tapanuli Utara tidak bisa menjelaskan Tugas pokok dan fungsi Inspektorat.

Hal tersebut didapati saat dikonfirmasi mengenai fungsi pengawasan Inspektorat pada anggaran dana desa, Kamis, 6/2/2020.

Sebab temuan dilapangan sejumlah program fisik anggaran dana desa 2019 diduga tidak sesuai dengan specifikasi konstruksi.

Salah satunya pekerjaan fisik yang berada di Desa Hutaraja hasundutan berupa kegiatan pengaspalan didusun Hausisada sada dan didusun Simarpinggan.

Seperti diketahui kedua paket Kegiatan pengaspalan itu sudah di tumbuhi rumput baik dipinggir jalan maupun dibagian badan jalan.

Dalam konfirmasi melalui aplikasi Whatssapp terkait kegiatan dana desa tersebut, ada empat pertanyaan dari media Liputanfaktanews.com

Saat itu dipertanyakan sejauh mana Inspektorat sebagai fungsi pengawasan kegiatan dana desa.
Juga kapan saja Inspektorat melakukan pengawasan kegiatan dana desa di Kab.Tapanuli Utara.

Serta sanksi Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang dikenakan kepada desa(kepala desa) tidak efektif karena tidak menimbulkan efek jera bagi kepala desa sebagai penanggung jawab anggaran dana desa.

Termasuk statement kepala desa Hutaraja hasundutan Tarzan situmeang yang mengesankan tidak berkwalitaspun pekerjaan fisik dana desa paling sanksi TGR

Menjawab keempat konfirmasi tersebut Inspektur Kab.Tapanuli Utara Manoras taraja menjawab singkat, tidak ada rincian jawaban

“Trims infonya, nanti akan km cek,tx”

Dan saat didesak apa sebenarnya tugas dan fungsi Inspektorat dalam pengawasan dana desa,
Kembali Monaras taraja menjawab singkat

“Tim belum turun ke sana, masih ke kec. yang lain, makanya nanti kita cek ya,tx

Diinformasikan, dalam pemberitaan sebelumnya pekerjaan fisik anggaran dana desa di Desa Hutaraja hasundutan yakni dua paket pengaspalan sudah ditumbuhi rumput.

Dan saat hal tersebut dikonfirmasi kepada Kepala Desa Hutaraja Hasundutan Tarzan Situmeang, hanya menjawab pendek

“Palingan TGR” ujar Tarzan Situmeang.

Terkesan dari jawaban kepala desa tidak perlu mengedepankan kwalitas dari bangunan fisik dana desa.

Sebab sanksi yang diterima hanya sebatas TGR, dan sudah terbiasa dengan TGR. Sehingga kwalitas tidak penting.

Kepala Desa pun mengakui bahwa tahun sebelumnya dia juga mendapat TGR sebesar Dua puluh tujuh juta rupiah.

Selain itu, diduga pekerjaan pengaspalan tersebut tidak sesuai dengan specifikasi kontruksi bangunan yang menyebabkan kerugian negara.

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

liputanfaktanews.com Copyright 2019 ©. All Rights Reserved.