Liputan Fakta News
NEWS TICKER

Cegah Gizi Kurang dan Stunting, Puskesmas Onan Ganjang Bina Petugas Desa dan Kader Posyandu

Friday, 7 February 2020 | 23:32 WIB
Reporter: Jhon S
Posted by: Liputan Fakta News
Dibaca: 477

dr. Sisca Lorenta Silalahi, Kepala UPT Puskesmas Onan Ganjang.

Onan Ganjang, liputanfaktanews.com-Puskemas Onan Ganjang Kecamatan Onan Ganjang melaksanakan pembinaan Stunting kepada petugas desa (Bidan Desa, red) dan kader Posyandu di lingkungan Kecamatan Onan Ganjang, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Mengusung thema “Melalui pengukuran yang Tepat di Posyandu akan di dapatkan data stunting yang akurat sehingga dapat ditatalaksana dengan baik,” dilaksanakan di Aula Puskemas Onan Ganjang, Jumat, 7/2/2020.

dr. Sisca Lorenta Silalahi, Kepala UPT Puskesmas Onanganjang kepada media mengatakan bahwa balita yang sehat akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, berprestasi, dan produktif, sedangkan balita yang mengalami masalah kesehatan selain akan menurunkan produktifitas pada masa selanjutnya juga akan menjadi beban Negara.

“Tujuan kegiatan ini sangat bagus, karena bisa memberikan pemahaman dan penambahan pengetahuan kesehatan kepada petugas desa (Bidan Desa, red) dan kader Posyandu dalam melanyani masyarakat ,” katanya.

Lanjut Sisca, usia balita sebagai tahapan perkembangan anak yang rentan terhadap berbagai serangan penyakit, termasuk penyakit kronis yang disebabkan kekurangan asupan zat gizi.

Masalah gizi kronis pada balita yang sering terjadi adalah stunting yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek di bandingkan dengan anak seusianya.

Stunting (pendek) merupakan gangguan pertumbuhan yang disebabkan karena adanya ketidak cukupan asupan zat gizi kronis atau penyakait infeksi kronis maupun berulang.

Dampak buruk akibat stunting jika tidak segera diatasi adalah gangguan pertumbuhan fisik, gangguan metabolisme tubuh, imunisasi rendah serta terganggunya otak, hal tersebut akan berdampak panjang yaitu kemampuan kognitif dan prestasi belajar rendah serta beresiko mengalami penyakit degeneratif seperti diabetes dan penyakit yang lain.

Petugas kesehatan bersama kader harus mampu mengedukasi remaja dan wanita usia subur untuk menjaga pola makan seimbang agar tidak mengalami KEK (Kekurangan Energi Kronis) dan anemia.

Stunting dapat di cegah dengan memenuhi asupan gizi seimbang ibu sejak masa pra konsepsi (pembuahan) hingga masa 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) yaitu bayi usia 2 Tahun.

“Saya sangat bersyukur dan bangga atas terselenggaranya pembinaan petugas desa dan kader posyandu tentang Stunting dapat bisa berjalan dengan lancar pada hari ini,” uajrnya.

Diakuinya,  ini merupakan langkah awal bagi kami untuk melakukan pencegahan stunting ke depan. Disamping itu, ini salah satu program unggulan Puskesmaa Onan ganjang dalam mendukung pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan untuk menuju Humbahas Hebat.

Sementara itu, Restu Imanesa, SKM Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Humbang Hasundutan dalam paparanya mengatakan, Upaya pencegahan Stunting perlu ditingkatkan untuk menurunkan angka kejadian stunting dan mencegah terjadinya dampak yang di timbulakan.

“peran orang tua sangat penting yaitu dengan memberikan Asi eksklusif, MPASI yang tepat, dan menjaga Hygiene Sanitasi agar sejak dini balita mendapatkan asupan gizi yang cukup serta terhindar dari penyakit infeksi,” paparnya.

Lebih lanjut Restu mengatakan Bidan Desa dan kader posyandu merupakan garda terdepan untuk pengukuran Data Stunting juga mengingatkan dan menyadarkan orang tua untuk memantau pertumbuhan bayi balita setiap bulan di posyandu, mengingatkan masyarakat jadwal posyandu, menghimbau ibu hamil agar datang ke posyandu untuk memantau status gizi dan kesehatan, bekerjasama dengan pengelola Gizi Puskesmas, jika ditemukan balita yang mengalami masalah gizi termasuk stunting, kader akan melaporkan kepada bidan desa dan merujuk kepada Puskesmas agar mendapatkan penanganan ” ucap Restu.

Pada sèsi selanjutnya, Vivi Sumanti Manalu, SKM Staf dinas Kesehatan Humbahas Bidang Gizi mengatakan, tugas kader posyandu ada Lima meja yaitu pendaftaran, pengukuran tinggi badan dan berat badan, pencatatan, penyuluhan gizi dan pelayanan kesehatan.

“Tugas meja dua dan meja empat ini sangat penting dalam menentukan bagaimana status gizi bayi balita terutama status tinggi badan menurut umur untuk mendeteksi kejadian stunting”, ucapnya.

Diakhir kegiatan itu, Kepala UPT Puskesmas Onan ganjang ini tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada Bapak Bupati Humbang Hasundutan, Bapak Kadis kesehatan Humbang Hasundutan, Staf puskesmas Onanganjang, Bidan desa dan masyarakat Kecamatan Onan Ganjang atas terselenggaranya acara ini.

 

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

liputanfaktanews.com Copyright 2019 ©. All Rights Reserved.