Liputan Fakta News
NEWS TICKER

Antisipasi Covid-19, Jangan Sebatas Jamu Wedang, Taput Sudah Perlu di Rapid Test

Thursday, 2 April 2020 | 16:18 WIB
Reporter: M. Simanungkalit
Posted by: Liputan Fakta News
Dibaca: 168

Ilustrasi

Taput, liputanfaktanews.com-Seiring dengan kedatangan Gubernur Sumatera Utara(Gubsu) Edy rahmayadi yang sudah menyerahkan 200 an rapid test ke Kab.Tapanuli Utara rabu(1/4/2020), Gugus tugas penanggulangan Covid-19 sudah selayaknya bekerja maksimal.

Statement itu diutarakan oleh Martupa Purba Pemerhati Pembangunan Tapanuli Utara (Taput) kepada awak media Kamis, 2/4/2020 yang mengapresiasi kedatangan Gubsu menyerahkan fasilitas kesehatan dalam penanganan Covid-19.

Dikatakan Martupa Ketua LSM Tunggal Panaluan Taput, sudah waktunya Pemkab Taput melalui dinas kesehatan ataupun Gugus tugas penanggulangan penyebaran Covid-19 melakukan Rapid test massal bagi warga.

Sebab dengan dilakukannya Rapid test massal bagi warga Taput lanjut Martupa, maka Pemkab sudah bisa memetakan kondisi warga Taput. Serta langkah antisipasi yang apa yang bisa dilakukan untuk menangkal penyebaran wabah Covid-19.

“Gubsu sudah menyerahkan Rapid test ke Taput, artinya Pemkab sudah layak melakukan Rapid test massal. Dengan begitu Pemkab bisa memetakan kondisi warga,” ucap Martupa.

Dan kalaupun Taput masih kekurangan Rapid Test, Gubsu sudah berjanji akan menambah Rapid Test dalam waktu dekat ke Pemkab Taput, sambung Martupa.

“Saya rasa Rapid Test massal itu bisa dilakukan bertahap, menunggu kiriman lanjutan dari Gubsu,”ujarnya.

Disamping itu menurut Martupa, Pemkab harus sadar RSU Tarutung adalah Rumah Sakit rujukan penanganan covid19 untuk sejumlah Kabupaten yang akan berpotensi adanya penyebaran Virus Covid-19 di Taput.

Dan dengan dilakukannya Rapid Test massal lanjut Martupa, Pemkab memberi rasa nyaman kepada warga Taput, serta menciptakan kepedulian dari warga betapa perlu saling menjaga dan secara otomatis akan memperhatikan warga keluar masuk Kab. Taput dan point positifnya adalah roda perekonomian tetap berjalan normal

“Mari kita contoh negara Singapura yang melakukan Rapid test massal, mereka bisa melacak semua kontak, mencari sumber infeksi dan memetakan kondisi warga,” terang Martupa.

Dan Rapid Test massal itu kata Martupa sesuai dengan instruksi presiden Joko widodo pertengahan maret lalu tanggal 19/3/2020.

Disisi lain Martupa Purba juga mengapresiasi Pemkab Taput yang sudah melakukan langkah langkah antisipasi penanggulangan penyebaran Covid-19. Seperti penyemprotan Disinfektan pembagian Masker, pemberian jamu wedang dan hal lainnya.

Akan tetapi langkah langkah itu belum begitu memberi rasa percaya diri di masyarakat Taput, sepertinya hanya sebatas langkah protokuler ketetapan yang diwajibkan.

“Kita tetap apresiasi setiap langkah antisipasi Pemkab, namun janganlah sebatas pemberian jamu wedang, pemberian masker, penyemprotan disinfektan. Yang dibutuhkan saat ini adalah langkah yang langsung bisa memberi rasa yakin dan nyaman bagi setiap individu masyarakat Tapanuli Utara” pungkas Martupa.

Terpisah, Kadis kesehatan Kab. Tapanuli Utara Alexander Gultom saat dimintai tanggapan atas saran dari ketua LSM Tunggal Panaluan melalui Aplikasi WA, mengatakan  “Kalau tes massal sasarannya kira kira siapa amang?”.

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

liputanfaktanews.com Copyright 2019 ©. All Rights Reserved.
%d bloggers like this: